Komik Seri 1
“Semua kembali terjadi, apa yang selama ini terdiam. Tidak cukup puas, semua pun bergeliat dan kembali membuka sebuah luka lama, ia yang pernah aku tinggalkan kini kembali. Jalan cahaya seakan menghilang dari hadapan, seakan sekejap lalu terdiam sebuah busur penyelamatan yang siap dihujamkan namun kenapa kini semua pupus dalam sekejap seakan semua yang selama ini telah aku lakukan berakhir sampai disini. Tinggallah sebuah prakata indah terdiam salam sesaat cinta belaka, nafsu amarah dan cinta.” Bila cinta yang pernah hadir tiada kembali, apa yang kamu lakukan?
“Pernah terjadi sebuah cahaya hati dalam diriku sampai semua pernah kembali seakan sendiri itu lebih baik, biarkan berlalu menghina masa lalu yang bahagia, kini biar mawar kembali menghitam.”
Haruskah semua terlupa ?
“Palingkan mata hati kedalam bejana cinta, biarkan aku menunggu.”
Apakah cinta patut untuk ditunggu ?
“Pecah kesunyian dalam mati hasrat hati dengan membiarkan secercah cahaya tenggelam dalam asa. Lalu matahari kembali bersinar dengan cahayanya yang hitam.”
Harapan , menunggu
“Berjalan dengan berpaling kebawah, keatas dan kemana dia tiada berada.”
Hilang
“Mati bersama asa.”
Die.
Karya : Danies Pahlevi
Note : Blog Juga Hasil Karya, Please do respect , if you like it just write comment
Oleh: Danies Pahlevi (140111060029)
Sekilas kita sering mendengar kata WiFi, bahkan terkadang kita sampai tidak tahu apa itu WiFi. Bukan hanya itu, terkadang dengan secara tidak sengaja kita sering mengasumsikan kata tersebut dengan Internet, atau komputer. Kurangnya sosialisasi yang lebih bersifat formal dan informal menimbulkan sedikit banyak orang yang menjadi kurang mengerti apa itu WiFi lalu apa pula kegunaannya bahkan terkadang sampai sama sekali tidak mengetahui apa itu WiFi. Bayangkan seseorang memiliki sebuah notebook, lalu tidak menyadari keberadaan WiFi didekatnya, maka WiFi tersebut tidak memiliki guna sama sekali, seperti kata pepatah lama yaitu “bila tak kenal maka tak sayang” .
WiFi sendiri berasal dari “Wireless Fidelity” pada dasarnya adalah sebuah istilah generik untuk peralatan Wireless LAN. Loh, apalagi itu Wireless LAN? Wireless LAN itu terdiri dari dua suku kata yaitu Wireless yang memiliki arti tanpa kabel (walau secara harfiah akan menjadi “kurang kabel”) serta satu suku kata lain yaitu LAN yang merupakan kependekan dari Local Area Network. Nah sekarang apa itu Local Area Network ? Local area network dapat diartikan sekumpulan area (kumpulan komputer) local (yang terletak pada satu derajat yang sama) yang saling terhubung dan dapat berkomunikasi satu dengan yang lain.
WiFi sering kali disamakan juga dengan HotSpot, Apalagi itu HotSpot? Hotspot adalah sebuah layanan yang terdapat pada tempat yang melayani sekumpulan Akses Point Wireless Lan dimana masing-masing akses poin memiliki koneksi dengan Internet, walaupun terdapat beberapa penyedia layanan internet tidak menjediakan layannanya secara cuma-cuma. Apa lagi itu Akses Point? Begini yang saya maksud adalah ketika anda akan menggunakan sambungan internet gratis melalui hotspot pada suatu tempat maka akses point ini adalah tempat pertama dari laptop anda sehingga sambungan ke Internet bisa terjadi.
Sekarang apa bagusnya? Jaringan ini memungkinkan hubungan satu komputer dengan komputer lain tanpa menggunakan kabel yang merepotkan. Bayangkan sebuah ribuan mobil yang lewat di jalan raya, andaikan kita dapat melihat jaringan tersebut maka akan terlihat lalu lintas data yang sangat padat dalam jaringan ini. Katakan kita memiliki satu buah file (entah itu gambar, film atau pun dokumen) , yang akan dikirimkan kesalah satu komputer teman anda, maka yang terjadi adalah sebuah perubahan fisik data dari yang berbentuk listrik kedalam bentuk gelombang radio.
Tahukah anda pada frekuensi berapa WiFi bekerja? WiFi bekerja pada frekuensi 2,4 GHz dimana bukan hanya WiFi yang menduduki frekuensi itu, microwave dan alat komunikasi HT (yang digunakan tentara dalam perang) juga menduduki frekuensi itu, mengesankan bukan. WiFi merupakan salah satu teknologi pembuka dimana memungkinkan semua manusia saling berinteraksi di depan komputer yang terhubung dalam jaringan ini.
Lalu bagaimana dengan jaringan diperkotaan apakan sudah menggunakan WiFi? WiFi banyak digunakan didalam kantor dan kampus, nah untuk hal itu diadakan sebuah pembagian jaringan, pembagian jaringan ini memilah-milah bagian perbagian jaringan komputer sehingga bisa dibedakan berdasarkan besar wilayah cakupan. Yang pertama adalah PAN, seperti LAN, PAN memiliki kepanjangan Private Area Network, dimana cakupan wilayah yang saling terhubung satu sama lain masih dalam satu tingkat area yang lebih kecil. Lalu, disusul LAN. Kemudian MAN (Metropolitan Area Network), yang mencakup satu kota ke kota lain. Selanjutnya adalah WAN (Wide Area Network) , yang mencakup wilayah lebih besar dari MAN.
Yang menarik adalah area WAN ini, jadi selama ini jaringan 3G berjalan pada WAN? Iya benar sekali, akan tetapi perlu diingat bahwa 3G itu bukan WAN bahkan bukan WiFi, maka 3G adalah sebuah trend teknologi memanfaatkan standar jaringan MAN.
Berbicara 3G pasti berbicara teknologi telepon gengam serta penyedia layanan. Banyak sekarang diantara kita yang tidak menyadari bahwa dibalik teknologi itu adalah sebuah jaringan nirkable yang berbasis Wireless. Lalu dimanakah WiFi itu terletak? WiFi diletakan pada golongan LAN. Loh kok gitu? Hmm, sebenarnya hal itu dipicu dari IEEE itu sendiri dimana standart yang digunakan dalam WiFi adalah 802.11 yang dipecah menjadi 802.11 a/b/g. Hmm IEEE itu apa sih? IEEE itu suatu kesepakatan bersama tentang standart alat elektronika.
Kembali ke topik utama, WiFi pada awalnya merupakan jaringan yang mengkomodasi LAN . Dimana setiap orang dapat saling berinteraksi tanpa kabel. Begitu juga dengan pembagian jaringan diatas. Mengapa hal ini menjadi perlu? Bayangkan bermeter-meter kabel ditanam hampir diseluruh kota kita, hmm, mungkin saja sih tetapi apa tidak lebih baik menggunakan teknologi tanpa kabel ini. Ada pula yang beranggapan dengan menggunakan teknologi Wireless akan membuat koneksi lebih lambat dari sebelumnya. Pada hakekatnya yang dibutuhkan dalam hubungan jaringan adalah bandwith. Apa itu bandwith? bandwith adalah suatu ukuran dari kecepatan hantar data pada suatu jaringan, pendek kata ia adalah tacometer jaringan. Semakin besar nilai bandwith semakin cepat daya hantarnya, akan tetapi akan semakin mahal pula harga yang perlu dibebankan. Nah, WiFi memiliki kekurangan dibanding dengan kabel LAN, bayangkan kecepatan yang telah dapat dicapai oleh kabel LAN , yaitu 1 Gbps, sedangkan WiFi bergantung kepada medium pembawanya yaitu udara (bahkan angin akan mempengaruhi cakupannya).
Akibat semakin membesarnya kebutuhan masyarakat akan kapasitas jaringan (bandwith), maka timbullah istilah baru yang dikatakan sebagai WiMAX.
Apa itu WiMAX ? WiMAX adalah sebuah singkatan dari Worldwide Interoperability for Microwave Access, dimana standart ini didirikan pada bulan april 2001. Yang membedakan WiMAX dengan Wi-Fi adalah standar teknis yang bergabung di dalamnya. Jika WiFi menggabungkan standar IEEE 802.16 dengan ETSI (European Telecommunications Standards Intitute) HiperLAN sebagai standar teknis yang cocok untuk keperluan WLAN, sedangkan WiMAX merupakan penggabungan antara standar IEEE 802.16 dengan standar ETSI HiperMAN. Lalu keuntungannya apa ?hmm begini, Pak Onno W. Purbo menganggap apabila pemerintah segera membuka frekuensi 3,5 Ghz, maka rakyat akan banyak memetik keuntungan sebab bisa segera menikmati layanan telepon murah dengan Voice Over Internet Protocol (VOIP). Frekuensi tersebut memungkinkan berkembangnya aplikasi VOIP dimana banyak orang bisa memanfaatkan koneksi berbasis Internet untuk telepon sama halnya dengan sejumlah negara lain yang sudah menerapkannya. Dengan layanan ini maka biaya telepon lebih murah dibandingkan dengan jalur telepon biasa. Saat ini Intel sebagai salah satu vendor penggagas WiMAX tengah memfokuskan pengembangan WiMAX sebagai protocol utama jaringan komunikasi di 10 wilayah dengan potensi komunikasi data terbesar yakni China, Amerika Serikat, Inggris, Jerman, India, Jepang, Komunitas Uni Eropa, Brazilia, Kanada, dan Meksiko. Infrastruktur yang dibutuhkan untuk membangun WiWiMAX membutuhkan anggaran yang tidak dapat dikatakan kecil. Akhirnya juga sektor ini akan berujung pada bisnis. Memang menjalankan Wimax tak semudah menjalankan teknologi 3G. Ini erat pula kaitannya dengan gaya hidup orang Indonesia. Seperti kita tahu, orang Indonesia lebih mudah tertarik dengan kecanggihan ponsel daripada Internet. Akan tetapi hal ini tergantung bagaimana kita bisa memanfaatkan perkembangan teknologi tersebut. Ini yang sering salah sangka, begitu teknologi diterapkan, masyarakat sejahtera, ya tidak begitu bukan.Sejauh ini jika satu celah bisnis telekomunikasi dijalankan, maka pihak vendor menjadi sejahtera karena perangkatnya terbeli. Di WiMAX ini juga memancing kesalahan persepsi di masyarakat. Loh terdengar sedikit politis? Bukan hanya saja memberitahukan bahwasanya keberadaan WiMAX adalah salah satu teknologi yang memudahkan mereka mendapatkan koneksi internet yang berkualitas dan ekonomis. Onno W Purbo mengatakan “ternyata jaringan komputer juga membuka kesempatan terjadinya percepatan proses pertukaran informasi. FAX yang mulai umum digunakan di Indonesia menunjukan bahwa kebutuhan masyarakat akan pengiriman berita jarak jauh sangat besar. Pada dasarnya metoda yang digunakan untuk mengirim berita jarak jauh pada jaringan komputer wilayah luas tidak berbeda jauh dengan FAX. Dua komputer yang akan berkirim berita terhubung melalui saluran komunikasi (misalnya telepon) dan berita yang dikirim oleh komputer pengirim akan disimpan dalam file di cakram disk penyimpan data di komputer penerima. Tentunya segala proses berjalan dalam tempo yang sangat singkat dan dilakukan secara otomatis oleh mesin pintar komputer” , hal inilah yang sebenarnya mengguntungkan kita, yaitu pertukaran data secara cepat dan mudah serta ekonomis. Namun dibalik itu semua ada sebuah kehawatiran dari para pengusaha Warung Internet, apabila teknologi ini muncul maka dikhawatirkan akan terjadi penurunan pelanggan karena seiring meningkatnya pengguna internet rumahan apabila teknologi ini berkembang.
Bagaimana perkembangan WiMAX sesungguhnya diIndonesia ? hmm begini, WiMAX segera akan masuk Indonesia. Namun hingga kini masih tarik ulur akibat masalah frekuensi yang digunakan.
Di satu pihak ada yang mengklaim bahwa Broadband Wireless Access (BWA) Wimax sebaiknya berjalan di frekuensi 2,3 GHz atau 5,8 Ghz. Di sisi lain, ada yang ingin agar BWA Wimax beroperasi di frekuensi 3,5 GHz.Hingga kini pihak pemerintah, yakni Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) masih belum menetapkan frekuensi mana yang akan dipakai. Dalam peraturan tersebut terdapat dua hal substansial.
Rentang pita frekuensi radio untuk keperluan layanan BWA antara lain adalah pita frekuensi radio 300 MHz memiliki rentang frekuensi 287 - 294 MHz dan 310 - 324 MHz, moda TDD dan pita frekuensi radio 1.5 GHz memiliki rentang frekuensi 1428 - 1452 MHz dan 1498 - 1522 MHz, moda TDD. Kalaupun sudah jelas mau bermain di frekuensi berapa, belum pasti pula bagaimana prosedur pemberian frekuensi itu. Yang jelas, perlu ditegaskan lebih jauh apakah Wimax dapat membantu meningkatkan penetrasi Internet di Indonesia. Jika pertanyaan itu dapat terjawab beserta detail-detailnya, baru pemerintah beserta pengusaha, vendor dan masyarakat dapat menentukan prosedur pemberian izin Wimax. Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Muhammad Nuh sudah memastikan akan meluncurkan Wimax versi Indonesia pada momentum 100 tahun Kebangkitan Nasional 28 Mei 2008.
Harus kita akui bahwa sebagian besar rakyat Indonesia masih berpendidikan rendah. Dalam kondisi masyarakat demikian, komunikasi verbal (suara) menjadi sangat dominan dibandingkan dengan komunikasi tertulis. Teknologi Internet telepon (VoIP) di akui dapat mereduksi tarif SLJJ & SLI menjadi 1/8 s/d 1/10 dari tarif telekomunikasi yang ada sekarang. Internet Telepon menjadi solusi alternatif yang sangat menarik bagi sebagian besar rakyat Indonesia yang tidak mampu membayar tarif SLJJ & SLI yang mahal, hal itu lah yang sebenarnya ditekankan oleh Pak Onno W purbo tentang pengadaan WiMAX di Indonesia.
http://id.wikipedia.org/wiki/WiMAX
http://stream.plasa.com/onno/gfe/
http://onno.vlsm.org/v09/onno-ind-1/network/
http://www.sinarharapan.co.id/berita/0709/27/eko10.html
WiMax Standards by piero[at]studioreti.it
Intel Understanding Wi-Fi and WiMAX as Metro-Access Solutions with Paper
Alvarion WiMax Inroduction
WiMax Network by Terry Wason
FILSAFAT ILMU
Filsafat ilmu merupakan bagian dari epistemology (filsafat pengetahuan) yang secara spesifik mengkaji hakikat ilmu (pengetahuan ilmiah). Sedangkan Ilmu merupakan cabang pengetahuan yang mempunyai ciri-ciri tertentu. Menurut The Liang Gie (1999), filsafat ilmu adalah segenap pemikiran reflektif terhadap persoalan-persoalan mengenai segala hal yang menyangkut landasan ilmu maupun hubungan ilmu dengan segala segi dari kehidupan manusia. Filsafat ilmu merupakan suatu bidang pengetahuan campuran yang eksistensi dan pemekarannya bergantung pada hubungan timbal-balik dan saling-pengaruh antara filsafat dan ilmu.
Sehubungan dengan pendapat tersebut bahwa filsafat ilmu merupakan penerusan pengembangan filsafat pengetahuan. Objek dari filsafat ilmu adalah ilmu pengetahuan. Oleh karena itu setiap saat ilmu itu berubah mengikuti perkembangan zaman dan keadaan tanpa meninggalkan pengetahuan lama. Pengetahuan lama tersebut akan menjadi pijakan untuk mencari pengetahuan baru. Hal ini senada dengan ungkapan dari Archie J.Bahm (1980) bahwa ilmu pengetahuan (sebagai teori) adalah sesuatu yang selalu berubah.
Dalam perkembangannya filsafat ilmu mengarahkan pandangannya pada strategi pengembangan ilmu yang menyangkut etik dan heuristik. Bahkan sampai pada dimensi kebudayaan untuk menangkap tidak saja kegunaan atau kemanfaatan ilmu, tetapi juga arti maknanya bagi kehidupan manusia (Koento Wibisono dkk., 1997). Oleh karena itu, diperlukan perenungan kembali secara mendasar tentang hakekat dari ilmu pengetahuan itu bahkan hingga implikasinya ke bidang-bidang kajian lain seperti ilmu-ilmu kealaman.
Dengan demikian setiap perenungan yang mendasar, mau tidak mau mengantarkan kita untuk masuk ke dalam kawasan filsafat. Menurut Koento Wibisono (1984), filsafat dari sesuatu segi dapat didefinisikan sebagai ilmu yang berusaha untuk memahami hakekat dari sesuatu “ada” yang dijadikan objek sasarannya, sehingga filsafat ilmu pengetahuan yang merupakan salah satu cabang filsafat dengan sendirinya merupakan ilmu yang berusaha untuk memahami apakah hakekat ilmu pengetahuan itu sendiri.
Dengan memahami hakekat ilmu itu, menurut Poespoprodjo (dalam Koento Wibisono, 1984), dapatlah dipahami bahwa perspektif-perspektif ilmu, kemungkinan-kemungkinan pengembangannya, keterjalinannya antar ilmu, simplifikasi dan artifisialitas ilmu dan lain sebagainya, yang vital bagi penggarapan ilmu itu sendiri. Lebih dari itu, dikatakan bahwa dengan filsafat ilmu, kita akan didorong untuk memahami kekuatan serta keterbatasan metodenya, prasuposisi ilmunya, logika validasinya, struktur pemikiran ilmiah dalam konteks dengan realitas in conreto sedemikian rupa sehingga seorang ilmuwan dapat terhindar dari kecongkakan serta kerabunan intelektualnya.
EPISTEMOLOGI
Epistemologi derivasinya dari bahasa Yunani yang berarti teori ilmu pengetahuan. Epistemologi merupakan gabungan dua kalimat episteme, pengetahuan; dan logos, theory. Epistemologi adalah cabang ilmu filasafat yang menengarai masalah-masalah filosofikal yang mengitari teori ilmu pengetahuan. Epistemologi bertalian dengan definisi dan konsep-konsep ilmu, ragam ilmu yang bersifat nisbi dan niscaya, dan relasi eksak antara ‘alim (subjek) dan ma’lum (objek). Atau dengan kata lain, epistemologi adalah bagian filsafat yang meneliti asal-usul, asumsi dasar, sifat-sifat, dan bagaimana memperoleh pengetahuan menjadi penentu penting dalam menentukan sebuah model filsafat. Dengan pengertian ini epistemologi tentu saja menentukan karakter pengetahuan, bahkan menentukan “kebenaran” macam apa yang dianggap patut diterima dan apa yang patut ditolak. Bila Kumpulan pengetahuan yang benar/episteme/diklasifikasi, disusun sitematis dengan metode yang benar dapat menjadi epistemologi. Aspek epistemologi adalah kebenaran fakta / kenyataan dari sudut pandang mengapa dan bagaimana fakta itu benar yang dapat diverifikasi atau dibuktikan kembali kebenarannya.
Dengan memperhatikan definisi epistemologi, bisa dikatakan bahwa tema dan pokok pengkajian epistemologi ialah ilmu, makrifat dan pengetahuan. Dalam hal ini, dua poin penting akan dijelaskan:
1. Cakupan pokok bahasan, yakni apakah subyek epistemologi adalah ilmu secara umum atau ilmu dalam pengertian khusus seperti ilmu hushûlî. Ilmu itu sendiri memiliki istilah yang berbeda dan setiap istilah menunjukkan batasan dari ilmu itu.
2. Sudut pembahasan, yakni apabila subyek epistemologi adalah ilmu dan
makrifat, maka dari sudut mana subyek ini dibahas, karena ilmu dan makrifat
juga dikaji dalam ontologi, logika, dan psikologi. Dalam epistemologi akan
dikaji kesesuaian dan probabilitas pengetahuan, pembagian dan observasi
ilmu, dan batasan-batasan pengetahuan. Dan dari sisi ini, ilmu hushûlî dan
ilmu hudhûrî juga akan menjadi pokok-pokok pembahasannya. Dengan
demikian, ilmu yang diartikan sebagai keumuman penyingkapan dan
pengindraan adalah bisa dijadikan sebagai subyek dalam epistemologi.
Dengan demikian, definisi epistemologi adalah suatu cabang dari filsafat yang mengkaji dan membahas tentang batasan, dasar dan pondasi, alat, tolok ukur, keabsahan, validitas, dan kebenaran ilmu, makrifat, dan pengetahuan manusia.
ONTOLOGI
Ontologi membahas tentang yang ada, yang tidak terikat oleh satu perwujudan tertentu. Ontologi membahas tentang yang ada yang universal, menampilkan pemikiran semesta universal. Ontologi berupaya mencari inti yang termuat dalam setiap kenyataan, atau dalam rumusan Lorens Bagus; menjelaskan yang ada yang meliputi semua realitas dalam semua bentuknya.
Objek formal ontologi adalah hakikat seluruh realitas. Bagi pendekatan kuantitatif, realitas tampil dalam kuantitas atau jumlah, tealaahnya akan menjadi kualitatif, realitas akan tampil menjadi aliran-aliran materialisme, idealisme, naturalisme, atau hylomorphisme. Natural ontologik akan diuraikan di belakang hylomorphisme di ketengahkan pertama oleh aristoteles dalam bukunya De Anima. Dalam tafsiran-tafsiran para ahli selanjutnya di pahami sebagai upaya mencari alternatif bukan dualisme, tetapi menampilkan aspek materialisme dari mental.
Lorens Bagus memperkenalkan tiga tingkatan abstraksi dalam ontologi, yaitu : abstraksi fisik, abstraksi bentuk, dan abstraksi metaphisik. Abstraksi fisik menampilkan keseluruhan sifat khas sesuatu objek; sedangkan abstraksi bentuk mendeskripsikan sifat umum yang menjadi cirri semua sesuatu yang sejenis. Abstraksi metaphisik mengetangahkan prinsip umum yang menjadi dasar dari semua realitas. Abstraksi yang dijangkau oleh ontologi adalah abstraksi metaphisik. Sedangkan metode pembuktian dalam ontologi oleh Laurens Bagus di bedakan menjadi dua, yaitu : pembuktian a priori dan pembuktian a posteriori.
Dengan demikian Ontologi Ilmu (dimensi ontologi Ilmu) adalah Ilmu yang mengkaji wujud (being) dalam perspektif ilmu — ontologi ilmu dapat dimaknai sebagai teori tentang wujud dalam perspektif objek materil ke-Ilmuan, konsep-konsep penting yang diasumsikan oleh ilmu ditelaah secara kritis dalam ontologi ilmu.
Ontologi adalah hakikat yang Ada (being, sein) yang merupakan asumsi dasar bagi apa yang disebut sebagai kenyataan dan kebenaran.
AKSIOLOGI
n Axios = Nilai (Value)
n Logi = Ilmu
n Axiologi adalah ilmu yang mengkaji tentang nilai-nilai.
Axiologi (teori tentang nilai) sebagai filsafat yang membahas apa kegunaan ilmu pengetahu manusia
Aksiologi menjawab, untuk apa pengetahuan yang berupa ilmu itu di pergunakan? Bagaimana kaitan antara cara penggunaan tersebut dengan kaidah-kaidah moral? Bagaimana penentuan objek yang ditelaah berdasarkan pilihan-pilihan moral? Bagaimana kaitan antara teknik prosedural yang merupakan operasionalisasi metode ilmiah dengan norma-norma moral?
Dengan demikian Aksiologi adalah nilai-nilai (value) sebagai tolok ukur kebenaran (ilmiah), etik, dan moral sebagai dasar normative dalam penelitian dan penggalian, serta penerapan ilmu (Wibisono, 2001).
Disebuah tepi jalan dekat dengan perumahan sebuah kelurahan di Bandung Kulon, nampaklah seorang penjual minyak tanah yang mendorong dengan letih kesana kemari demi mencari uang untuk menyambung hidupnya dan keluarganya. Namanya tidaklah diketahui, beralasan dia, karena tidaklah ingin dia dikasihani. Lihatlah sebuah sosok perjuangan hidup manusia Indonesia ini. Apakah benar dengan ditariknya minyak tanah rakyat akan semakin sejahtera? Tindakan yang benar dimata mereka bukanlah tindakan benar dimata dia. Baginya ini adalah permulaan baru dimana perekonomiannya musnah yang telah lama menghidupinya. Berapa lama ia harus pendam derita itu yang akan merenggut perekonomiannya.
Kali itu aku melihat sebuah cahaya, hangat terasa dalam dingin malam berhujan, menghampiri diri seakan malaikat yang mendekat yang menghilangkan rasa sakit luka ini walau hanya sesaat, itu yang ada dibenakku, walau seringnya mereka hanya ingin merasakan kenikmatan sesaat saja dan seakan tuli untuk mendengarkan kesulitan hidup.Tiba tiba seorang hidung belang melambai seraya berkata, “Ayo de masuk, hujan diluar”, aku sontak menjawab dengan harap besar kepadanya, “Iya mas, terima kasih.. ”, dia pun menawarkan untuk menginap disebuah losmen yang berjarak tidak jauh dari sana kira-kira tiga kali menaiki tanjakan jalan bila menggunakan sepeda, tiada kutolak ajakan dia, demi beberapa lembar uang, aku kembali memberikan kehangatan malam kepada orang lain selain ayah tiriku dulu. Malam ini terasa panjang rasanya tetesan tangisan langit masih terdengar membasahi langit-langit losmen, aku masih dengan dia, seakan ikut iba langit kepadaku hujan pun semakin lebat. Tiada dia mengasihi aku dengan menghentikan semua yang ia lakukan, hanya ada keganasan yang semakin menjadi. Bukan ini yang aku inginkan, namun lintah darat itu akan memaksaku berbuat apabila tiada sajian uang yang ku berikan malam ini. Teringat pertamakali aku diantarkan oleh kedua orang tuaku, pikirku aku hanya akan bekerja oleh mereka, bekerja dengan pikiran dan tenaga, memang dengan tenaga, tetapi tiada terpikir olehku ini yang mereka sebut dengan bekerja.
TO BE CONTINUED……..
Malam kelam menyelimuti diri, sebut aku Dira. Hanya manusia hina hidup dimalam hari. Itulah diriku semua orang mengakuinya dengan seakan menutup mata kepadaku. Ditengah persimpangan jalan aku berdiri menunggu mangsaku tiba. Memang seakan tidaklah adil dunia, memperlakukanku bak aku adalah anak tirimu, aku bahkan hampir tidak dapat mengingat kenapa aku sampai disini. Teringat beberapa tahun yang lalu aku hanyalah anak sekolah menengah pertama bisa, sampai ketika itu kedua orang tua ku berhutang kepada seorang lintah darat karena hobi berjudi mereka, sehingga mereka tega menjual diri anak kandungnya demi sebuah pertaruhan yang disebut judi, walaupun begitu aku merasa sudah terbiasa dengan perlakuan senonoh mereka, ayahku bukan ayah kandungku dia terbiasa memperlakukanku demikian, selagi ibu berjudi dikota. Dulu aku menganggap hal itu merupakan hal yang biasa dilakukan anak perempuan kepada ayahnya.
Lampu jalan mulai meredup ketika jalan mulai dibasahi air hujan, aku hanya bisa berteduh dibalik dedaunan diantara pepohonan dipersimpanagan itu. Aku tidak dapat meninggalkan tempat ini, tidak sekarang.
TO BE CONTINUED…….
Hari ini saya membuat kategori baru yang saya beri nama Karya Tulis, Sebenernya seh pengen sekalian belajar cara buat karya tulis, Nulis Nyok….!!