Cacing Cau — Dunia Baru

January 15, 2008

Sebuah Artikel Mohon Komentar

Filed under: Karya Tulis

Pengenalan WiFi dan WiMax Sebagai Jaringan Masa Depan Telekomunikasi Indonesia

Oleh: Danies Pahlevi (140111060029)

Sekilas kita sering mendengar kata WiFi, bahkan terkadang kita sampai tidak tahu apa itu WiFi. Bukan hanya itu, terkadang dengan secara tidak sengaja kita sering mengasumsikan kata tersebut dengan Internet, atau komputer. Kurangnya sosialisasi yang lebih bersifat formal dan informal menimbulkan sedikit banyak orang yang menjadi kurang mengerti apa itu WiFi lalu apa pula kegunaannya bahkan terkadang sampai sama sekali tidak mengetahui apa itu WiFi. Bayangkan seseorang memiliki sebuah notebook, lalu tidak menyadari keberadaan WiFi didekatnya, maka WiFi tersebut tidak memiliki guna sama sekali, seperti kata pepatah lama yaitu “bila tak kenal maka tak sayang” .

WiFi sendiri berasal dari “Wireless Fidelity” pada dasarnya adalah sebuah istilah generik untuk peralatan Wireless LAN. Loh, apalagi itu Wireless LAN? Wireless LAN itu terdiri dari dua suku kata yaitu Wireless yang memiliki arti tanpa kabel (walau secara harfiah akan menjadi “kurang kabel”) serta satu suku kata lain yaitu LAN yang merupakan kependekan dari Local Area Network. Nah sekarang apa itu Local Area Network ? Local area network dapat diartikan sekumpulan area (kumpulan komputer) local (yang terletak pada satu derajat yang sama) yang saling terhubung dan dapat berkomunikasi satu dengan yang lain.

WiFi sering kali disamakan juga dengan HotSpot, Apalagi itu HotSpot?  Hotspot adalah sebuah layanan yang terdapat pada tempat yang melayani sekumpulan Akses Point Wireless Lan dimana masing-masing akses poin memiliki koneksi dengan Internet, walaupun terdapat beberapa penyedia layanan internet tidak menjediakan layannanya secara cuma-cuma. Apa lagi itu Akses Point? Begini yang saya maksud adalah ketika anda akan menggunakan sambungan internet gratis melalui hotspot pada suatu tempat maka akses point ini adalah tempat pertama dari laptop anda sehingga sambungan ke Internet bisa terjadi.

Sekarang apa bagusnya? Jaringan ini memungkinkan hubungan satu komputer dengan komputer lain tanpa menggunakan kabel yang merepotkan. Bayangkan sebuah ribuan mobil yang lewat di jalan raya, andaikan kita dapat melihat jaringan tersebut maka akan terlihat lalu lintas data yang sangat padat dalam jaringan ini. Katakan kita memiliki satu buah file (entah itu gambar, film atau pun dokumen) , yang akan dikirimkan kesalah satu komputer teman anda, maka yang terjadi adalah sebuah perubahan fisik data dari yang berbentuk listrik kedalam bentuk gelombang radio.

Tahukah anda pada frekuensi berapa WiFi bekerja? WiFi bekerja pada frekuensi 2,4 GHz dimana bukan hanya WiFi yang menduduki frekuensi itu, microwave dan alat komunikasi HT (yang digunakan tentara dalam perang)  juga menduduki frekuensi itu, mengesankan bukan.  WiFi merupakan salah satu teknologi pembuka dimana memungkinkan semua manusia saling berinteraksi di depan komputer  yang terhubung dalam jaringan ini.

Lalu bagaimana dengan jaringan diperkotaan apakan sudah menggunakan WiFi? WiFi banyak digunakan didalam kantor dan kampus, nah untuk hal itu diadakan sebuah pembagian jaringan, pembagian jaringan ini memilah-milah bagian perbagian jaringan komputer sehingga bisa dibedakan berdasarkan besar wilayah cakupan. Yang pertama adalah PAN, seperti LAN, PAN memiliki kepanjangan Private Area Network, dimana cakupan wilayah yang saling terhubung satu sama lain masih dalam satu tingkat area yang lebih kecil. Lalu, disusul LAN. Kemudian MAN (Metropolitan Area Network), yang mencakup satu kota ke kota lain. Selanjutnya adalah WAN (Wide Area Network) , yang mencakup wilayah lebih besar dari MAN.

Yang menarik adalah area WAN ini, jadi selama ini jaringan 3G berjalan pada WAN? Iya benar sekali, akan tetapi perlu diingat bahwa 3G itu bukan WAN bahkan bukan WiFi, maka 3G adalah sebuah trend teknologi memanfaatkan standar jaringan MAN.

Berbicara 3G pasti berbicara teknologi telepon gengam serta penyedia layanan. Banyak sekarang diantara kita yang tidak menyadari bahwa dibalik teknologi itu adalah sebuah jaringan nirkable yang berbasis Wireless. Lalu dimanakah WiFi itu terletak? WiFi diletakan pada golongan LAN. Loh kok gitu? Hmm, sebenarnya hal itu dipicu dari IEEE itu sendiri dimana standart yang digunakan dalam WiFi adalah 802.11 yang dipecah menjadi 802.11 a/b/g. Hmm IEEE itu apa sih? IEEE itu suatu kesepakatan bersama tentang standart alat elektronika.

 Kembali ke topik utama, WiFi pada awalnya merupakan jaringan yang mengkomodasi LAN . Dimana setiap orang dapat saling berinteraksi tanpa kabel. Begitu juga dengan pembagian jaringan diatas. Mengapa hal ini menjadi perlu? Bayangkan bermeter-meter kabel ditanam hampir diseluruh kota kita, hmm, mungkin saja sih tetapi apa tidak lebih baik menggunakan teknologi tanpa kabel ini. Ada pula yang beranggapan dengan menggunakan teknologi Wireless akan membuat koneksi lebih lambat dari sebelumnya. Pada hakekatnya yang dibutuhkan dalam hubungan jaringan adalah bandwith. Apa itu bandwith? bandwith adalah suatu ukuran dari kecepatan hantar data pada suatu jaringan, pendek kata ia adalah tacometer jaringan. Semakin besar nilai bandwith semakin cepat daya hantarnya, akan tetapi akan semakin mahal pula harga yang perlu dibebankan. Nah, WiFi memiliki kekurangan dibanding dengan kabel LAN, bayangkan kecepatan yang telah dapat dicapai oleh kabel LAN , yaitu 1 Gbps, sedangkan WiFi bergantung kepada medium pembawanya yaitu udara (bahkan angin akan mempengaruhi cakupannya).

Akibat semakin membesarnya kebutuhan masyarakat akan kapasitas jaringan (bandwith), maka timbullah istilah baru yang dikatakan sebagai WiMAX.

 Apa itu WiMAX ?  WiMAX adalah sebuah singkatan dari Worldwide Interoperability for Microwave Access, dimana standart ini didirikan pada bulan april 2001. Yang membedakan WiMAX dengan Wi-Fi adalah standar teknis yang bergabung di dalamnya. Jika WiFi menggabungkan standar IEEE 802.16 dengan ETSI (European Telecommunications Standards Intitute) HiperLAN sebagai standar teknis yang cocok untuk keperluan WLAN, sedangkan WiMAX merupakan penggabungan antara standar IEEE 802.16 dengan standar ETSI HiperMAN. Lalu keuntungannya apa ?hmm begini, Pak Onno W. Purbo menganggap apabila pemerintah segera membuka frekuensi 3,5 Ghz, maka rakyat akan banyak memetik keuntungan sebab bisa segera menikmati layanan telepon murah dengan Voice Over Internet Protocol (VOIP). Frekuensi tersebut memungkinkan berkembangnya aplikasi VOIP dimana banyak orang bisa memanfaatkan koneksi berbasis Internet untuk telepon sama halnya dengan sejumlah negara lain yang sudah menerapkannya. Dengan layanan ini maka biaya telepon lebih murah dibandingkan dengan jalur telepon biasa. Saat ini Intel sebagai salah satu vendor penggagas WiMAX tengah memfokuskan pengembangan WiMAX sebagai protocol utama jaringan komunikasi di 10 wilayah dengan potensi komunikasi data terbesar yakni China, Amerika Serikat, Inggris, Jerman, India, Jepang, Komunitas Uni Eropa, Brazilia, Kanada, dan Meksiko. Infrastruktur yang dibutuhkan untuk membangun WiWiMAX membutuhkan anggaran yang tidak dapat dikatakan kecil. Akhirnya juga sektor ini akan berujung pada bisnis. Memang menjalankan Wimax tak semudah menjalankan teknologi 3G. Ini erat pula kaitannya dengan gaya hidup orang Indonesia. Seperti kita tahu, orang Indonesia lebih mudah tertarik dengan kecanggihan ponsel daripada Internet. Akan tetapi hal ini tergantung bagaimana kita bisa memanfaatkan perkembangan teknologi tersebut. Ini yang sering salah sangka, begitu teknologi diterapkan, masyarakat sejahtera, ya tidak begitu bukan.Sejauh ini jika satu celah bisnis telekomunikasi dijalankan, maka pihak vendor menjadi sejahtera karena perangkatnya terbeli. Di WiMAX ini juga memancing kesalahan persepsi di masyarakat. Loh terdengar sedikit politis? Bukan hanya saja memberitahukan bahwasanya keberadaan WiMAX adalah salah satu teknologi yang memudahkan mereka mendapatkan koneksi internet yang berkualitas dan ekonomis. Onno W Purbo mengatakan “ternyata jaringan komputer juga membuka kesempatan terjadinya percepatan proses pertukaran informasi. FAX yang mulai umum digunakan di Indonesia menunjukan bahwa kebutuhan masyarakat akan pengiriman berita jarak jauh sangat besar. Pada dasarnya metoda yang digunakan untuk mengirim berita jarak jauh pada jaringan komputer wilayah luas tidak berbeda jauh dengan FAX. Dua komputer yang akan berkirim berita terhubung melalui saluran komunikasi (misalnya telepon) dan berita yang dikirim oleh komputer pengirim akan disimpan dalam file di cakram disk penyimpan data di komputer penerima. Tentunya segala proses berjalan dalam tempo yang sangat singkat dan dilakukan secara otomatis oleh mesin pintar komputer” , hal inilah yang sebenarnya mengguntungkan kita, yaitu pertukaran data secara cepat dan mudah serta ekonomis. Namun dibalik itu semua ada sebuah kehawatiran dari para pengusaha Warung Internet, apabila teknologi ini muncul maka dikhawatirkan akan terjadi penurunan pelanggan karena seiring meningkatnya pengguna internet rumahan apabila teknologi ini berkembang.

Bagaimana perkembangan WiMAX sesungguhnya diIndonesia ? hmm begini, WiMAX segera akan masuk Indonesia. Namun hingga kini masih tarik ulur akibat masalah frekuensi yang digunakan.
Di satu pihak ada yang mengklaim bahwa Broadband Wireless Access (BWA) Wimax sebaiknya berjalan di frekuensi 2,3 GHz atau 5,8 Ghz. Di sisi lain, ada yang ingin agar BWA Wimax beroperasi di frekuensi 3,5 GHz.Hingga kini pihak pemerintah, yakni Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) masih belum menetapkan frekuensi mana yang akan dipakai. Dalam peraturan tersebut terdapat dua hal substansial.

  1. Substansi pertama, prinsip penggunaan spektrum frekuensi radio secara efisien dan optimal, mencegah agar penggunaan frekuensi radio tidak saling menganggu, serta memperhatikan perkembangan teknologi dan kebutuhan spektrum frekuensi radio di masa depan. berarti akan diutamakan spektrum teknologi yang memang tidak akan mengganggu berjalannya perkembangan teknologi di masa kini maupun mendatang.

  2. Substandi kedua, pemerintah menetapkan penggunaan pita frekuensi radio untuk keperluan akses pita lebar berbasis nirkabel (Broadband Wireless Acces/BWA) pada pita frekuensi 300 MHz, 1.5 GHz, 2 GHz, 2.5 GHz, 3.3 GHz, 5.8 GHz, 10.5 GHz dan menetapkan pita frekuensi radio untuk keperluan dinas tetap satelit (Fixed Satellite Services/FSS) pada pita frekuensi 3.5 GHz.

Rentang pita frekuensi radio untuk keperluan layanan BWA antara lain adalah pita frekuensi radio 300 MHz memiliki rentang frekuensi 287 - 294 MHz dan 310 - 324 MHz, moda TDD dan pita frekuensi radio 1.5 GHz memiliki rentang frekuensi 1428 - 1452 MHz dan 1498 - 1522 MHz, moda TDD. Kalaupun sudah jelas mau bermain di frekuensi berapa, belum pasti pula bagaimana prosedur pemberian frekuensi itu. Yang jelas, perlu ditegaskan lebih jauh apakah Wimax dapat membantu meningkatkan penetrasi Internet di Indonesia. Jika pertanyaan itu dapat terjawab beserta detail-detailnya, baru pemerintah beserta pengusaha, vendor dan masyarakat dapat menentukan prosedur pemberian izin Wimax. Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Muhammad Nuh sudah memastikan akan meluncurkan Wimax versi Indonesia pada momentum 100 tahun Kebangkitan Nasional 28 Mei 2008.

Harus kita akui bahwa sebagian besar rakyat Indonesia masih berpendidikan rendah. Dalam kondisi masyarakat demikian, komunikasi verbal (suara) menjadi sangat dominan dibandingkan dengan komunikasi tertulis. Teknologi Internet telepon (VoIP) di akui dapat mereduksi tarif SLJJ & SLI menjadi 1/8 s/d 1/10 dari tarif telekomunikasi yang ada sekarang. Internet Telepon menjadi solusi alternatif yang sangat menarik bagi sebagian besar rakyat Indonesia yang tidak mampu membayar tarif SLJJ & SLI yang mahal, hal itu lah yang sebenarnya ditekankan oleh Pak Onno W purbo tentang pengadaan WiMAX di Indonesia.

 

http://id.wikipedia.org/wiki/WiMAX

http://onno.vlsm.org/

http://stream.plasa.com/onno/gfe/

http://onno.vlsm.org/v09/onno-ind-1/network/

http://www.sinarharapan.co.id/berita/0709/27/eko10.html

WiMax Standards by piero[at]studioreti.it

Intel Understanding Wi-Fi and WiMAX as Metro-Access Solutions with Paper

Alvarion WiMax Inroduction

WiMax Network by Terry Wason

 

Comments »

The URI to TrackBack this entry is: http://cacau.blogsome.com/2008/01/15/sebuah-artikel-mohon-komentar/trackback/

No comments yet.

RSS feed for comments on this post.

Leave a comment

Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>



Anti-spam measure: please retype the above text into the box provided.

Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Ian Main