Idul Adha - On Jakarta isn’t that much to say
Hari idul Adha selalu dinanti masyarakat banyak , terutama kepada yang beragama Islam. Banyak diantaranya pula menantikan bonus idul adha yaitu daging dari hewan yang telah disembelih. Memang hal tersebut tidaklah salah apabila dilihat dari berbagai sisi agama Islam berbagi adalah hal yang baik, terlebih dalam silaturahmi. Namun apa jadinya bila daging yang diterima terlalu banyak, maksudnya diberi oleh tetangga, teman dan saudara. Malah yang terjadi adalah timbulnya rasa mual (kebanyakan sih…). Malah kebanyakan makan (yang nampaknya tidak mungkin dimasak semua) jadi membuat penyakit kolesterol bersarang dalam diri.
Bila kita melirik sedikit kedalam masjid sekitar daerah kediaman kita, masih banyak orang yang membutuhkan mengantri hanya untuk daging hewan kurban tersebut, tidak disangkal banyak juga sampai berebut untuk mengambil daging kurban tersebut.
Sedikit rengungan untuk kita adalah jumlah penerima daging kurban semakin banyak , apakah hal ini menandakan menurunnya tingkat kesejahteraan lingkungan kita?
Lalu apakah ada penyalahgunaan / anomali dalam pembagian dan target pembagian?
ini hanya renungan idul adha disekitar jakarta. Bagaimana didaerah anda?

Wah Danies, ternyata orangnya peka juga terhadap lingkungan. Aku kira dunia mu cuma komputer aja, Nies!
Keep your empathy.
Comment by za — December 25, 2007 @ 4:17 pm