Sebuah Pengakuan Dosa Seorang Terhina (part I)

August 22, 2007

Malam kelam menyelimuti diri, sebut aku Dira. Hanya manusia hina hidup dimalam hari. Itulah diriku semua orang mengakuinya dengan seakan menutup mata kepadaku. Ditengah persimpangan jalan aku berdiri menunggu mangsaku tiba. Memang seakan tidaklah adil dunia, memperlakukanku bak aku adalah anak tirimu, aku bahkan hampir tidak dapat mengingat kenapa aku sampai disini. Teringat beberapa tahun yang lalu aku hanyalah anak sekolah menengah pertama bisa, sampai ketika itu kedua orang tua ku berhutang kepada seorang lintah darat karena hobi berjudi mereka, sehingga mereka tega menjual diri anak kandungnya demi sebuah pertaruhan yang disebut judi, walaupun begitu aku merasa sudah terbiasa dengan perlakuan senonoh mereka, ayahku bukan ayah kandungku dia terbiasa memperlakukanku demikian, selagi ibu berjudi dikota. Dulu aku menganggap hal itu merupakan hal yang biasa dilakukan anak perempuan kepada ayahnya.

 

Lampu jalan mulai meredup ketika jalan mulai dibasahi air hujan, aku hanya bisa berteduh dibalik dedaunan diantara pepohonan dipersimpanagan itu. Aku tidak dapat meninggalkan tempat ini, tidak sekarang.

 

TO BE CONTINUED…….

2 Comments »

The URI to TrackBack this entry is: http://cacau.blogsome.com/2007/08/22/sebuah-pengakuan-dosa-seorang-terhina/trackback/

  1. Wiss, oke bro. Kalo dari tulisan keliatan sih bakat nulisnya! keep on ‘goin!!

    Comment by ynazda — August 23, 2007 @ 10:30 am

  2. dah ok tiggal tambah sentuhan aja,hehe

    Comment by diatrex — January 31, 2008 @ 3:29 pm

RSS feed for comments on this post.

Leave a comment

Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>



Anti-spam measure: please retype the above text into the box provided.

Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Viewfinder Design